so, tadi aku barusan ikutan kulwap gitu di WA, bahasannya tentang parenting gitu deh.
Awalnya cuman iseng doang ikutan, karena jujur kalo ikutan bahas topik ginian tuh rada gimanaaa gitu. Selalu aja ada rasa bersalah kalo lagi dengerin atau baca topik tentang pengasuhan anak, apalagi kalo bahasannya beneran nyata terjadi atau lagi aku alamin, rasa nyesal dan bersalah selalu ada. Jadi aku sekarang males kalo nyimak2 masalah beginian.
But, kali ini karena iseng, aku coba gabung di grup kulwapnya, link nya aku dapat dari sebuah grup komunitas juga. Itung2 nambah ilmu lah walau kadang jarang aku terapkan dirumah,, wkwkwkk..
oke, topiknya kali ini ga jauh bedalah dengan topik2 parenting lainnya, yaitu meredefinisi arti dari parenting itu sendiri.
bingungkan? kok parenting di redifinisi? apakah definisi parenting biasanya diterapkan itu salah atau gimana?
nah disini bukan soal salah nya yang dibahas, tapi dibenarkan kembali cara atau pola pengasuhan kita kepada anak.
Bahasan yang pertama itu soal kekerasan dalam rumah tangga, dalam aritan disini adalah kekerasan kepada anak2. Kalian tau ga kekerasan apa yang paling sering terjadi pada anak di dunia?
pasti kalian berpikir kekerasan fisik dong yaa, karena dimana2 selalu aja berita tentang kekerasan fisik pada anak mulai dari memukul, menyubit, menendang, bahkan sampe ada yang meninggal, naudzubillah😭
jadi kita mikirnya kekerasan fisik adalah yang paling tinggi terjadi didunia.
Tapi ternyata salah guys. Salah satu studi gitu menyebutkan kekerasan pada anak yang sering terjadi itu bukanlah kekerasan fisik. Selain kekerasan fisik dan kekerasan verbal, ada satu kekerasan yang paling sering terjadi pada anak yaitu PENGABAIAN PERASAAN ANAK.
Nah kenapa aku jadi tertarik sama kulwap nya dan aku tulis disini, karena yang aku capslock itu bener pernah terjadi pada anak ku dan aku lakuin, astaghfirullah😫😫😫
So, dari semua kekerasan pada anak, mengabaikan perasaan atau celoteh mereka merupakan kekerasan paling sering terjadi dan itu tanpa kita sebagai ortu sadari. (ini benerrrr,, memang ga sadar udah ngelakuinnya). Ambil contoh nya deh, disaat dia ngeliat sesuatu yang menarik otak nya untuk bertanya atau berpikir dan dia butuh komentar dari kita, tapi kita tanpa disadari hanya menjawab seperlunya atau malah mengabaikan atau bersikap cuek karena asyik dgn satu hal. Lalu si anak jadi merasa diabaikan, merasa dicuekin, merasa ga dianggap. Tanpa kita sadari semakin sering kita lakuin ke anak, si anak jadi ga lagi merasa nyaman berkomunikasi dengan ortu, tidak tau cara menyampaikan maksud mereka kepada ortu dgn cara apa karena sudah terlalu lelah dicuekin trus, jadilah si anak tantrum krn caper, jadilah si anak pemalu atau malah menutup diri karena merasa tidak dianggap, dan banyak lagi akibat dari pengabai perasaan ini..
(makin bersalah lagi dehhh ibu..)
Maka dari itu, sebisa mungkin kita jangan mengabaikan perasaan mereka, jangan menyueki mereka jika mereka cerewet dalam bertanya, karena disitulah masa2 ia mencari tau tentang dunia dan membentuk jati diri anak menjadi pribadi yang baik, mudah bersosialisasi, dan pribadi yang tidak tertutup.
Cuman kan terkadang teori yang disampaikan tidak bisa selalu kita lakuin. Seperti pembicara nya nih bilang, "kita udah nih dengerin kulwap atau baca sana sini tentang parenting, contoh misal ga boleh membentak anak, karena kalo dibentak jutaan sel2 otak anak akan hancur , itu baru 1 kali bentakan, gimana kalo berulang kali dibentak, udah berapa milyar sel nya hancur atau tidak terhubung, pas baca ingat nih tulisannya, tapi pas dirumah liat mainan berhambur atau baju berhambur, kita langsung lupa nih sama artikel tadi, dibentaklah si anak, karena yaitu tadi pengasuhan refleks, yang tadi ingat sampe dirumah lupa dipraktekannya. Karena memang emosi itu susah dikontrolnya"
Nah pembicaranya aja tau dan mengerti hahahaa,,
Tapi dilanjutkannya lagi, kalo dsalam pengasuhan itu memang tidak bisa langsung instan semua harus dilakukan. Perlu bertahap dan ada prosesnya. Semakin banyak kita membaca atau mengikuti kulwap/seminar parenting gitu, secara bertahap proses perubahan dalam pengasuhan anak akan mulai berubah. Karena perlahan kita mulai tahu nih salah kita dimana yaa, trus apa yaa yang kurang dalam pengasuhan kita.
Sebenarnya pengasuhan itu bukan berpusat pada si anak saja, tapi intinya berpusat pada pengasuhnya itu sendiri. Pengasuhnya siapa?yaa itu ayah dan ibu. Nah ini aku pun baru tau juga definisi nya,,
Jadi, pengasuhan itu bermula dari si ibu dan ayah. Mulainya pun ternyta bukan pas disaat baru punya anak. Tapi diawal pernikahan. Seorang calon parents harus sudah tau nih pola pengasuhan mereka akan seperti apa nantinya, tujuan mereka apa dalam mengasuh, apa aja yang boleh dan tidak dalam mengasuh nantinya. JAdi itu semua diperjelas di awal2 membangung rumah tangga, agar nantinya disaat mengasuh anak sudah tau apa yang mesti dilakukan dan akan seperti apa pengasuhan nya, agar menjadikan anak menjadi pribadi yang baik.
Lalu bagaimana bagi yang baru tau dan udah punya anak?
Masih bisa diperbaiki, mulailah berbicara dengan pasangan bagaimana menentukan pola asuh anak, mulai dari cara nya, tujuannya mau seperti apa, mulai dari mana, itu semua harus dibicarakan. Agar kita tau nih gimana ngebentuk fitrah si anak agar hak2 nya terpenuhi dalam keluarga dan anak merasa nyaman berada dalam pengasuhan ortunya.
Tidak ada kata terlambat dalam mengasuh anak, apalagi sebagai parents yang harus berjuang demi kebaikan anak, ya kaann??
Sebenarnya anak ga perlu ortu yang pintar akademik nya, tapi anak hanya butuh ortu yang bahagia. Jika parents nya bahagia, si anak pun akan ikut bahagia. Ditambah lingkungan sekitar energi nya positif, menambah nilai plus buat perkembangan anak. Kalo bisa janganlah kita menampakkan kesedihan kita atau nangis didepan anak, karena itu akan membuat si anak tambah merasa sedih dan merubah mood nya.
Jadi sebisa mungkin ciptakanlah suasana bahagia dan harmonis antara parents, hal itu akan membuat bahagia anak dan memberikan mood positif pada anak.
Setelah ngikutin kulwap tadi, ada sedikit ilmu yang bisa aku dapat cerna yaitu gimana caranya kita memberikan lingkungan anak yang positif dan happy, mulai dari aku dan suami yang harus duduk saling menyatukan tujuan dan cara kita dalam mengasuh anak seperti apa. Apalagi yg selama ini soal mengabaikan perasaan anak, itu juga jadi PR buat aku dan suami cara menangani nya akan seperti apa dan gimana.
Gimana pun juga ini demi anak2 ku dan perkembangan dia nantinya dalam menghadapi dunia luar dan melatih kemandirian anak nantinya juga.
Semoga aku dan suami bisa menerapkan nya, walau mungkin habis ini pun aku bisa lupa (again) hehehehee,,
Yaahh, aku coba tulis disini biar ga lupa, dan bisa aku share juga buat para bunda2 dan ayah2 lain , sapa tau tulisan ini bisa sedikit membantu kalian dalam mencoba mengasuh anak atau lagi belajar mengasuh anak dengan baik.
Kayaknya segitu aja tulisannya, sebenarnya banyak sih hasil kulwap nya tadi, tapi ini kutulis yang menurut aku penting dan emang pernah terjadi sama aku, makanya coba aku tuang disini buat reminder dan bisa dibaca ama yang lain juga..
Semoga bermanfaat..
No comments:
Post a Comment