Pages

9/6/18

Pro Kontra Vaksin MR

Akhir-akhir ini lagi heboh berita soal halal haram vaksin MR atau vaksin rubella. Berita-berita hoax menyebar dengan cepat tentang vaksin ini, dimana isi-isinya aku liat rata-rata awful banget. Miris bacainnya berita-berita yang belum tentu benar adanya itu. Sampe heran darimana sih mereka dapat artikelnya, atau kalopun buat sendiri artikel nya emang mesti sejahat itukah isinya.

Jujur sebagai seorang ibu dari 2 anak yang masih kecil, liat berita begituan pasti langsung mikir nya macam-macam. Apakah beritanya bener atau hoax aja sih? Segitu bahayanya kah vaksin itu sampe bikin berita-berita yang gak bener. Kenapa mereka gak cari tau dulu kebenarannya, atau cari tau dulu vaksin nya itu untuk apa, atau cari tau dulu gambar-gambar yang beredar itu bener atau gak. Kan sekarang jaman udah teknologi banget, semua bisa kita cari di internet, tapi kita harus cermat juga dalam menelan suatu artikel diinternet. Terkadang artikel di internet pun masi terselip hoaxnya.
Intinya itu kita sebagai ibu harus open minded dalam menyikapi hal yang kaya beginian. Jangan langsung termakan oleh berita-berita yang belum tentu bener. Kalo pun udah tau kebenarannya dan memilih buat gak setuju yaa jangan jugalah memaksa yang lain buat ikutan ga setuju juga. Contoh nya misal karena 1 orang memilih buat gak memvaksin anaknya, lalu dia membuat artikel-artikel hoax dan agar lebih terpercaya dia selipin gambar-gambar hoax juga yang asal comot aja di google, trus dia sebarin ke semua medsos dia. Terkadang gak jarang mereka putarbalikkan fakta opini/pendapat orang-orang yang paham soal vaksin tersebut.

Kita kan udah berubah jadi negara demokrasi, negara yang membuat masyarakatnya bebas memilih hak nya sendiri. Trus sekarang karena sekelompok orang yang anti vaksin dan q ga tau tujuannya apa, mereka dengan sengaja membuat situs-situs, artikel-artikel atau foto-foto hoax yang menunjukkan akibat dan isi kandungan vaksin tersebut. Seandainya kalo mereka mengaku orang Indonesia harusnya mereka gak berhak menyebar berita kaya gitu, seolah-olah mau menakuti masyarakat akan vaksin trus mengajak mereka untuk iut dalam golongan mereka yang anti vaksin juga. Kan namanya itu pembodohan massal.

Gila ya, kita udah bebas dari penjajahan tapi sekarang kita tetap hidup dalam pembodohan.
Kalo q bilang namanya pembodohoan publik.

Aku buat tulisan gini karena masih suka gemes sama para orang tua lain yang masi saja belum mau membuka pemikirannya soal hal ini. Padahal pemerintah udah cape-cape ngadain penyuluhan sana sini soal vaksin udah dari sejak dulu. Sampe dinikin vaksin free ini tujuannya ya karena mau menyehatkan anak bangsa, bukan malah bikin sakit seperti kata-kata penyebar berita hoax itu.

Sebagai ortu yang bijak dan hidup dijaman modern, bijaklah dalam menyikapi hal kayak gini. Pro kontra memang pasti ada, dan pemerintah pun ga memaksa kok. Tapi tolonglah dewasa dan open minded dalam berpikir. Kalo kalian tetap gak setuju yaa itu hak kalian , karena hanya ortu yang mengerti dan paham kondisi anak kita gimana. Tapi kalo kalian ga setuju, mohonlah untuk tidak menebar berita-berita yang kalian sendiri belum tentu tau kebenarannya. Banyak banget soalnya ortu-ortu itu yang tanpa searching dulu, liat artikel soal anti vaksin mereka langsung percaya, dan bahkan ujung-ujungnya mereka menjudge ortu-ortu yang memilih untuk memvaksinkan anaknya.
Padahal udah ada internet, smartphone, penyuluhan posyandu juga ada, kenapa mereka gak memilih buat cari tau dulu, ngikutin dulu seminar atau penyuluhan, atau bertanya pada ibu-ibu yang lain, karena aku yakin masih banyak kok ibu-ibu yang punya pemikiran lain soal vaksin itu.

Jangan menutup diri soal opini lain, banyak cari tau entah googling atau bertanya dengan ahlinya langsung, bijak dalam membaca atau menyerap artikel-artikel di internet, open minded pda diri sendiri dan orang lain, jangan suka menjudge duluan, dan yang utamanya janganlah mengajak yang lain untuk mengikuti pilihanmu.
Oke, udah terlalu panjang tulisannya, dan mesti distop sekarang,,

Bagi yang punya pendapat lain soal vaksin atau pengalaman lain bisa komen yaa,,

Sekian dulu kayaknya tulisan nya,, nanti disambung lagi,,
Bye


No comments:

Post a Comment