Pages

8/25/21

Hasil INFJ adalah orang seperti...




Jadi kemaren iseng coba test MBTI lewat internet, karena penasaran aja sola test kepribadian ini tuh hasilnya apa di aku sendiri.
Sebelum aku rangkumkan hasilnya disini, sebelumnya aku mau jelasin dulu deh secara singkat sal MBTI ini.
Jadi MBTI itu adalah test kepribadian yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers di tahun 1940, test ini dirancang untuk menentukan intuisi, pengindra, perasa dan cara berpikir manusia.
Dari beberapa pokok tadi dicabangkan lagi menjadi 16 tipe kepribadian dan dikelompokkan menjadi 4 bagian dibawah ini;
  1. Introvert Ekstrovert yaitu cara manusia dalam memusatkan perhatiannya
  2. Sensing Intuition yaitu cara manusia memahami informasi
  3. Thinking Feeling yaitu cara manusia mengambil keputusan
  4. Judging Perceiving yaitu cara manusia merespon dunia sekitar
Nah untuk penjambarannya dari 4 bagian diatas, itu tebagi lagi mulai dari INFJ, INFP, INTJ, ENTP,ENTJ dan lain-lain.
Hasil dari 16 tipe itulah yang dinamakan Test MBTI atau test indikator Myers Briggs.

Oke, sekarang masuk deh ke hasil test yang sudah aku lakukan kemaren, dan tipeku sendiri masuk di kategori INFJ/INFJ-T yaitu Introverted, Intuitive, Feeling dan Judging.
Karakter INFJ sendiri adalah seorang introvert alami, menikmati membantu orang lain tapi disatu sisi juga butuh menyendiri untuk mengisi ulang tenaga nya. Jujur untuk karakter ini tuh "aku" banget. Aku tidak menutup atau membatasi akses sosialisasiku pada sekitar atau dunia luar, aku suka mengenal hal atau lingkungan baru. Namun ada masanya aku lebih suka sendiri dan menikmati waktu dan menciptakan spaceku sendiri. Tidak jarang orang sekitar melihat sikapku ini seperti ansos, padahal dilain waktu aku menikmati berada di lingkungan ramai dan bising, namun mereka tidak mengerti akan kondisi sifatku yang seperti ini.
Lanjut dengan rasa intuisi dan pemahaman emosional yang kuat, INFJ dapat bicara dengan lembut dan empati. Namun bukan berarti dia adalah sosok penurut. INFJ adalah sosok yang punya prinsip yang kuat dan bertindak tegas disaat mencapai apa yang dia mau, hingga tidak jarang sosok INFJ dikaitkan dengan kekeras-kepalanya dan kukuh akan keputusannya sendiri.
Disatu sisi, INFJ mencoba memahami dunia pada sisi baik dan buruk untuk menciptakan kondisi yang lebih baik. Bahkan ketika membuat keputusan pun, lebih menekankan pada masalah pribadi itu sendiri daripada fakta objektif yang ada. Karena yakin akan perasaan akan masalahnya sendiri.
Namun ada hal yang menarik disini, dijelaskan bahwa INFJ bisa mengontrol perencanaan, pengorganisasian yang mana ini tidak berlaku didiriku. Aku termasuk sosok yang lemah dalam organized sesuatu, bahkan tidak jarang dalam memutuskan sesuatu misal liburan pun tidak ada rencana sama sekali.

Sekarang kita bicarakan soal kelebihan dan kekurangan INFJ. 
Untuk kelebihannya, aku termasuk sosok idealis, mempunyai pandangan dan pemikiran sendiri akan makna hidup yang aku jalani, terlepas dari budaya atau sosial lingkungan sekitar. Fokus pada masa depan, jarang memikirkan masa lalu apalagi menyesalinya. Sosok INFJ juga peka terhadap perasaan orang lain, dimana hal ini bisa merupakan dua sisi yang aku suka, aku suka mendengarkan deep talk antar manusia namun satu sisi tidak suka terlalu banyak bicara. Namun sangat menyukai hubungan yang mendalam, tidak terlalu suka dengan hubungan atau obrolan basa-basi. Salah satu hal yang bisa menghabiskan energi ku dengan cepat jika aku bertemu atau mengobrol dengan orang yang suka basa-basi atau membahas hal yang tidak terlalu penting.
Kelemahan INFJ, diantaranya sering terlalu berekspektasi tinggi. Ini sering terjadi padaku, dimana dalam hubungan jika aku menemukan hal yang aku sukai, aku terlalu cepat terlena dan terbuai dalam hubungan "manis' itu, padahal biasanya hal yang manis itu jadi hal yang buruk dan impact-nya kediriku adalah mudah kecewa. Inilah yang membuat aku menjadi orang yang mudah sensitif bukan mudah marah yaa.
Lalu kelemahan yang lain adalah sulit untuk dikenal atau terlalu menutup diri. Ini adalah aku banget. Tidak jarang orang-orang akan mengira dan men-judgeku orang yang sombong. Sulit untuk menjelaskan pada sekitar soal kepribadian ini, jadi terkadang hal ini aku cuma diamkan saja, hanya orang-orang tertentu yang bisa aku ajak diskusi soal ini. Aku tidak suka bertengkar pada dasarnya tapi karena ada basic keras kepala jadi ini suatu kelemahan yang sangat kuat didiriku. Untuk me-managenya, biasa aku membaca buku atau jurnal soal self improvement atau mental health yang mana jika kepribadianku dititik terendah.

Dalam hubungan pribadi pada pasangan atau orang lain, INFJ biasanya cukup baik dalam mengekspresikan diri. Namun honestly ini baru di umur sekarang aku bisa tau dan tanamkan sifat ini didiriku. Selama ini aku terlalu menutup diri dan sering ragu untuk membagikan perasaanku ke orang terdekat. Aku baru tau pentingnya komunikasi (kalian bisa baca disini) dalam hubungan sosial dengan orang terdekat itu seperti apa, namun karena terlalu jujur dalam mengekspresikan perasaan pada orang lain, seringnya orang merasa sakit hati atau tidak suka akan keterbukaanku. Jadi banyak yang mengira aku ini adalah orang yang kompleks dan sangat sensitif. Walau tidak memiliki lingkaran besar dalam pertemanan/persahabatan, tapi persahabatan cenderung terjalin sangat dekat dan tahan lama. Sangat tertarik membantu orang lain dan menjadi pendengar yang baik dan bisa dengan lugas dan nyaman berinteraksi dengan orang terdekat dan terhubung secara emosional. Karena aku suka dan nyaman dengan hubungan yang dalam  dan deep talk jadi aku suka jika diajak ngobrol soal topik/hal berat, mau itu soal dunia atau emosional.

Jadi kesimpulannya adalah, aku merupakan sosok lemah lembut tapi memiliki pendapat yang sangat kuat dan akan berjuang mempertahankan ide/keputusan yang aku yakini. Merasa mudah membangun hubungan dengan orang lain dan memiliki bakat menggunakan bahasa yang hangat dan sensitif alih-alih menggunakan fakta murni atau logika. Gairah energi emosi sangat mampu membawaku melewati titik yang sangat sulit dan jika tidak terkontrol akan mudah merasa lelah dan tertekan. Terlihat jika aku menghadapi konflik/kritik, secara reflek memaksa perasaan dan pikiranku untuk melakukan apa saja untuk menghindari itu bisa dengan cara Silent Treatment atau menutup diri dari orang lain. Sifat inilah yang biasanya jadi titik lemahku, dan aku mencoba untuk merubah itu semua.
Pelan-pelan aku menyadari bahwa ketertutupan diri itu merupakan toxic ke diri sendiri. Jika dirasa lelah dan tertekan secara emosi, kita harus mengekspresikan perasaan itu, bukan ditutupi atau diabaikan. 

So, sepertinya itu saja yang mau coba aku bagikan soal hasil test MBTI ku. Jika kalian mau tau soal kepribadian MBTI ini, kalian bisa cek link : Test MBTI

Semoga tulisan ini bermanfaat yaa,, 


No comments:

Post a Comment