Lalu apa yang dilakukan jika suatu masalah itu muncul? Berkomunikasilah. Karena komunikasi itu sangat penting peranannya dalam menyelesaikan masalah, baik itu masalah kecil ataupun rumit sekalipun. Bagiku butuh bertahun-tahun untuk menyadari hal itu. Dan aku bersyukur dengan orang yang sudah menyadarkanku perlahan akan artinya keterbukaan dan komunikasi dalam suatu hubungan -jika ada masalah- yang dijalani dengan serius. Dan dengan pemikiran baru seperti ini akan sangat berdampak pada diri aku dan orang terdekatku. Aku
bisa lebih relax dalam menyampaikan apa yang sedang aku pikirkan, apa yang aku rasakan, apa yang mesti dilakukan.
bisa lebih relax dalam menyampaikan apa yang sedang aku pikirkan, apa yang aku rasakan, apa yang mesti dilakukan.
Kita itu terkadang gengsi atau terlalu tinggi ego nya hanya untuk memulai suatu komunikasi jika masalah datang. Padahal jika dipikirkan lagi, masalah itu sebenarnya sepele, namun karena terlanjur terlalu lama didiamkan, diabaikan, tidak dibicarakan, lama kelamaan masalah itu menjadi sebuah bom waktu yang hanya akan menguras energi dan pikiran kita menjadi buntu. Dan jadilah masalahnya terlalu besar hingga dalam membicarakannya sulit untuk dikomunikasikan dengan baik. Lalu terjadilah yang namanya perang dunia ke-3 😁..
Untuk itu, memulai membuka komunikasi itu sangatlah penting. Singkirkan ego dan gengsi sejenak, pusatkan bahwa masalah ini tidak akan selesai jika diam saja. Tanamkan mindset soal jujur dan berdamai pada diri sendiri. Buang sejenak energi dan pikiran negatif di otak kita, lalu pikirkan akan masa depan kamu dan orang terdekatmu jika masalah ini dibiarkan berlarut. Diam itu baik namun jika diam itu ditanamkan juga pada saat ada masalah itu bahaya. Bagaimana orang tahu akan perasaaan dan pikiran kita jika kita sendiri tidak menyatakan nya? Kita tidak bisa membuat orang lain menerka akan isi pikiran kita, namun kitalah yang harus membicarakan pikiran-pikiran itu.
Ada beberapa hal agar komunikasi itu bisa berjalan dengan baik, yaitu:
- Tidak dengan suara/nada tinggi
- Saling bertatap muka/berpandangan
- Tidak sibuk dengan hal lain dan tetap fokus dengan lawan bicara
- Jujur terbuka dan tidak saling menyalahkan
- Berani minta maaf jika melakukan salah
- Sama-sama berdamai dan tunjukkan kesan bahwa masalah ini tidak akan terulang
<
Proses yang aku lalui untuk dapat mencapai tahap komunikasi seperti diatas itu sangatlah panjang. Saat itu aku masih belum bisa berdamai akan diri sendiri, masih merasa kurang namun aku tidak mencoba memperbaiki. Keegoisan dan kediaman ku lebih besar daripada pemikiran bijak dan energi positif dalam diri sendiri. Hingga akhirnya aku merasa aku butuh keluar dari zona yang menyiksa ini. Karena aku melihat toxic ini sangat berdampak pada hubungan dengan orang terdekatku. Dampaknya sangat tidak menyenangkan dan akupun merasa ini tidak sehat. Aku harus bicara. Aku harus berani untuk mengeluarkan pemikiran-pemikiranku. Aku tidak boleh kalah lagi dengan sifat lamaku yang kubangun dan kuciptakan dari dulu. Aku harus bisa meruntuhkan tembok mentalku yang tidak sehat dan negatif itu.
Awalnya sulit untuk aku lakukan, namun setelah aku rajin berolahraga, sering membaca referensi artikel tentang self improvement dan me-manage diri dengan baik, aku mulai sadar bahwa kediamanku akan masalah itu hanya akan membuat masalah-masalah baru bermunculan. Dan itu memang benar adanya. Melalui pelajaran akan keterbukaan dari partner hidupku, aku makin tersadar bahwa komunikasi itu harus dijalankan dalam kehidupan. Komunikasi itu akan berkembang dengan sendirinya jika kita tetap fokus menjalankannya, fokus untuk terus bicara dan mengungkapkan apa yang kita rasakan. Dan pada akhirnya kita akan terbiasa, setiap masalah datang, komunikasikanlah. Bicarakan jika dirasa itu memang perlu dibicarakan. Ungkapkan jika itu dirasa perlu diungkapkan. Jangan lagi memendam semua rasa dan beban itu sendiri. Karena itu hanya menambah beban makin berat dan pikiran selalu negatif. Dan itu sunggu tidak sehat.
Aku pikir sekarang aku sudah berdamai pada diriku, menciptakan suasana baru di otakku yaitu komunikasi, yang mana dulu tidak pernah ada dalam pikiranku. Jujurlah pada orang lain, pada akhirnya jujur itu akan membuka ruang untuk kamu mulai membicarakan permasalahan dan menuntun kamu untuk jujur pada diri kamu sendiri. Komunikasi tidak akan tercipta kalau kamu belum bisa jujur pada orang lain dan begitupun sebaliknya. Kalau kamu belum bisa jujur bagaimana komunikasi itu akan tercipta. Aku tahu itu akan butuh proses, namun nikmatilah proses itu. Karena melalui proses itulah kamu akan menemukan mindset dan tujuan akan perubahan diri kamu sepeti apa.

No comments:
Post a Comment