Sekarang ini kita tau, dalam dunia per-fandoman, sering banget terjadi perpecahan antar fandom, baik dengan fandom lain maupun dalam fandom nya sendiri. Dan ini akhirnya aku alamin setelah hampir 4 tahun jadi fandom Army.
Pertama aku mau cerita awalnya aku menjadi Army, semua berawal ditahun 2017, saat tidak sengaja aku menonton MV lagu Spring Day by BTS di salah satu program acara musik di tv swasta. Disitu aku jatuh cinta justru sama musik mereka. Penasaran dengan grup tersebut, lalu hari-hariku diisi dengan menonton performance live mereka, cari tahu soal nama-nama membernya, perjalanan mereka mulai dari awal debut sampe akhirnya mereka dikenal ditahun tersebut. Disitu aku makin jatuh cinta sama lagu dan musikalitas yang mereka hadirkan ditiap album, dan sedikit mengubah cara pandangku dalam memaknai kehidupan dan mengenal, menerima dan jujur akan diriku sendiri. Sampai disatu titik pikiranku tertuju dengan salah satu member yang sangat aku sukai kepribadiannya yaitu Kim Seokjin.
Kim Seokjin adalah member yang mempunyai skill vokal sangat bagus, yang awalnya dia tidak bisa menyanyi namun dengan tekad dan kerja kerasnya dia akhirnya bisa membuktikan bahwa suaranya mempunyai power sangat tinggi, range vokalnya yang sangat jauh dan dinamis, sampai detik ini pencapaian nya sangat luar biasa dan sudah diakui dibeberapa kritikus musik sebagai "Silver Voice".
Aku menyukai nya hanya karena wajah dan kepribadiannya yang sangat ramah, menyenangkan dan humoris, namun lebih dalam dan jauh lagi mengenal sosoknya, aku makin tahu bahwa dia bukan saja sosok seperti itu, namun ada beberapa kepribadiannya yang harusnya ia tonjolkan namun itu tidak selalu dia tampilkan. Dan memang sebijak itu karakter aslinya dia. Makanya sejak saat itulah aku makin memuji dirinya dan mendukung semua yang terbaik untuk dia.
Mungkin dari situlah bisa dibilang aku mulai menjadi solo stan, berawal dari suka lagu BTS, memuji musik mereka, lalu perlahan mengenal satu-satu membernya, dan tertarik akan persona Jin, lalu seiring waktu, hidupku selain menonton program BTS, namun aku juga memperhatikan Jin dan mencoba memahami dirinya di grup seperti apa.
Nah, masalahnya sekarang adalah, makin besar fandom, makin banyak pula perbedaan dalam memaknai status per-fandoman. Ada yang bilang the real Army, bias, fake ot7 dan yang terakhir solo stan.
Ngomongin solo stan itu tuh sekarang sangat sensitif. Karena, like what I've said before, fandom Army itu tuh sekarang penuh dengan perbedaan pemikiran dan punya path-nya masing-masing. Mulai dari yang pro akan punya biased dan jadi solo stan sampe yang kontra akan dua hal itu. Sedangkan kalo diliat data, malah yang kontra akan dua hal tadi justru punya bias dan preferred member sendiri.
Dari segala perbedaan pemikiran inilah malah memunculkan war justru didalam fandom itu sendiri. Padahal kita bisa saja memfokuskan pemikiran jadi satu arti yaitu, " Tidak masalah kamu punya bias dan jadi solo dalam fandom, selagi tidak menjelekkan member lain, dua hal itu tidak salah"
Namun justru pemikiran mudah seperti ini sulit diterima bagi beberapa Army yang merasa BTS hanya ada Army, selain nama itu tidak ada nama lain, tidak ada stan-stan member lain, karena itu hanya akan memecah fandom. Tapi Army tidak sadar justru dengan tidak support dan tidak memahami konteks sebenarnya akan solo stan, kritikan dan judging mereka malah memecah dan memperburuk fandom.
Aku pernah punya satu pengalaman waktu awal-awal jadi solo stan. Gak perlu aku sebutkan detail tentang apanya, intinya aku support Jin deh waktu itu, eh malah diserang habis-habisan, dibully, dicaci maki, bawa-bawa anak segala, dan itu parah banget sih. Rata-rata pun yang nge-hate isi fandom sendiri, intinya pun mereka kontra akan issues yang terjadi dan gak mau tau akan issues ini, yang mereka mau aku takedown postnya, aku minta maaf dan anggap issues ini ga ada. Hell, yaa gak mungkin lah. Kalo aku berpikir seperti itu, itu sama aja aku ga dukung Jin, dan aku mewajarkan segala tindakan yang merugikan dirinya kedepannya. Maybe I'm a hard stan for my bias but if it's true so it's true. No matter what they said, sampai sekarang aku masi setia membela akan achievement Jin dan dari situpun aku mulai berpikir bahwa isi fandom ini rata-rata munafik dan fake.
Bayangin karena kamu mengangkat issues yang terjadi dalam agency, tapi gak didukung oleh fandom, padahal issues itu nyata terjadi dan ada data validnya tapi malah kamu disalahin dan dijudge tidak mendukung BTS lah, bukan the real Army lah, dan mengatakan hal negatif tentang solo stan yang mana solo stan itu banyak kalangannya di dalam fandom. I mean, jika kamu menolak dan menganggapa issues itu gak ada padahal jelas-jelas ada yaa berarti kalian munafik dan fake. The real Army, the real fandom akan mati-matian nge-bela dan nge-dukung jika ada mistreatment atau ketidakadilan yang terjadi di tiap member. Tapi nyatanya, jika issues itu terkait Jin, kamu akan dijatuhkan dan mati-matian akan dijudge seluruh isi fandom yang kontra akan stan Seokjin.
So, am I an Army? Yes, of course. Am I a solo stan? Yes, I am too. Is it bad to be Army and solo? Jawabanku tidak ada yang salah sama sekali, selagi kamu membela isu yang terjadi dan ga bawa "member lain". Kenapa aku tekankan "member lain", karena ini sering ada miss dan salah konteks dalam memahami dan mengartikan tiap post kami. Jika kita speak up tentang Jin atau mistreatment nya, sering banget mereka mengatakan "jangan bawa-bawa member lain" padahal faktanya kita gak pernah drag member lain, justru yang terjadi dilapangan adalah mereka yang kontra itulah yang selalu membandingkan Jin dengan member lain.
Dan tidak berhenti disitu saja, terkadang yang malah memperburuk keadaan ini adalah pemberitaan media dan agency nya itu sendiri. Disaat kita mau mengangkat issues ini kepermukaan, selalu saja media-media menggoreng issue nya dan malah membuat perdebatan dalam fandom dan akhirnya nama member lain terseret juga, padahal ditiap postingan kita ga pernah bawa nama member lain. Dilain pihak pun, agency not help us at all. Justru agency menambah issues ini tambah berkembang dan makin memantik kecemasan dan kemarahan para solo stan itu sendiri. Seharusnya sebagai agency, jika ada permasalahan dan issues harusnya segera bertindak dan meredakan konflik didalam fandom, bukan malah menambah konflik dan menambahkan issues lagi.
Lalu ada lagi yang memicu solo stan itu negatif adalah adanya fanbase yang harusnya menyajikan berita yang adil tiap member namun karena haus akan engagement tinggi dan followers tinggi, para fanbase ini hanya menyajikan berita-berita member yang punya fans nya sendiri yang lebih banyak and I don't know why the hell they're doing that. Dari situ saja bisa disimpulkan akan menambah kubu-kubu saling hujat antar stan dan ini tuh sudah sangat toxic banget buat didukung, karena mereka punya followers tinggi harunya mereka sadar dan bisa meredakan konflik, atau bisa saja mereka menghentikan konflik antar stan ini dengan selalu adil dalam penyajian berita member dan jika ada konflik terjadi mereka bisa masuk dan hadir dan edukasi akan solo stan itu apa. Buat apa punya akun besar jika tidak dipergunakan dengan bijak?
Maksud aku nulis ini pun sekarang, agar yang baca dan tau akan masalah ini bisa lebih aware dan terbuka lagi akan pengertian solo stan itu apa. Jangan hanya karena melihat satu sisi buruk yang terjadi lalu sisi yang lainnya diabaikan. Kita tahu solo stan itu berawal dari kecintaan kita kepada salah satu member tanpa mengurangi atau menjelekkan member lain, karena BTS satu dan isinya ada 7 orang. Harus kita fokuskan seperti itu. Namun seiring waktu, konotasi solo stan itu jadi lebih buruk dan selalu dipandang negatif hanya karena selalu digoreng dan di blaming sama fans yang kontra, yang bahkan mereka tidak tahu definisi solo stan itu apa.
Jangan memandang solo stan sebagai aib juga, karena sekarang juga banyak aku lihat para solos ini takut dan malu mengungkapkan jati diri mereka bahwa mereka solos ya karena mereka menganggap solos itu aib dan negatif.
Padahal jadi solos itu bukan aib, tidak ada hal negatif didalamnya, justru penuh dengan dukungan dan hal positif yang terjadi dalam jiwa solos. Aku tekankan lagi bahwa tidak ada yang salah menjadi solo stan, atau jadi hard solo juga pun tidak ada masalah, selagi kamu melakukan hal positif didalamnya dan tidak membawa atau menjelekkan nama member lain. Itu jalan nya dan jika ini dijalankan, aku yakin fandom ini tidak akan pecah hanya karena perbedaan dalam nge-fangirling.
Aku harap suatu saat, perpecahan ini akan membaik, kalopun sulit untuk dirubah setidaknya aku punya tulisan ini untuk bisa dibagikan agar yang kontra bisa lebih wise dan paham akan keresahan kita sebagai solo stan.
No comments:
Post a Comment