Pages

1/16/22

New Year, New Job

 Tahun 2021 menuju 2022 adalah tahun yang sangat spesial buatku. Karena ditahun-tahun itu aku mendapatkan pekerjaan sekaligus pengalaman pertama jalan keluar kota sendirian. Literally sendirian tanpa suami dan anak-anak. 

Dan by the way, inipun pengalaman yang memang dari dulu aku impikan. Pekerjaan yang waktunya bebas dan menaungi akan isu-isu tentang perempuan dan gender sekaligus melakukan travelling. Karena jujur dari aku sekolah sampai waktu sebelum mendapat pekerjaan ini, aku tuh termasuk anak yang sangat dikekang aka kebebasan kesana kemari. Pergi keluar kota itu gak boleh sendirian, paling parahnya sampai gak dibolehin beneran pergi. Jadi waktu mendapat pengalaman ini kayak sesuatu yang sangat berharga banget gitu aku dapatkan, thanks God. 

Mengenai tentang pekerjaanku, sebenarnya aku temasuk baru dan masih dalam proses terus belajar. Baru aja 3 bulan aku bekerja, istilahnya pun bukan pekerjaan yang ada kantor nya dan ada jam kerjanya. Bisa dibilang ini tuh Freelancer, kerja nya dirumah aja, dan gak setiap hari ada kegiatan atau pekerjaan penting. Ada waktu-waktu tertentu memang dimana aku akan full sibuk dengan kegiatan atau meeting dan belajar tentang SOP ku. Kegiatan itu bisa macam-macam, kaya bulan Desember kemaren aku ikut kegiatan di luar kota dan itulah pertama kalinya aku pergi travelling sekaligus kerja sendirian. And i was so happy and excited. 

Kegiatannya memang masih di satu provinsi cuma beda kota aja dan perjalanannya pun lumayan memakan waktu lama, sekitar 8-10 jam an di perjalanan. Tapi bagi aku itu gak masalah sih, karena aku udah terbiasa juga kan pergi ke kota Mamaku yaitu Banjarmasin yang perjalanan daratnya saja bisa memakan waktu 12 jam. Tapi yang bikin aku excited banget itu adsalah suasana selama perjalanan dan di selama berada dikotanya itu sendiri.

Kebetulan kota yang aku datangi ini salah satu kota yan mayoritasnya non muslim. Dan kegiatan pekerjaan ini pun berlangsung di wilayah kampung-kampung yang full mayoritas nya non muslim. Jadi lumayan bikin culture shock buat aku. Contohnya kaya binatang anjing, disana dimana-mana dan disetiap sudut nya selalu ada anjing, dan aku sangat phobia akan anjing. Tapi selama disana mau gak mau aku harus bisa hidup dan jalan berdampingan ama nih hewan. Trus kaya makanannya pun lumayan bikin merinding disko. Ada satu hari di satu kampung makanan yang disuguhkan berdampingan dengan B2 (pig). Dan aku waktu itu mencoba sekuat tenaga untuk bisa tenang dan coba makan walaupun waktu itu aku lapar banget, tapi aku udah ga sanggup untuk makan banyak karena mikirin tuh B2 sampingan dengan makanan lain.

But, aku gak nyalahin culture ataupun keadaan disana, karena memang seperti itulah keadaannya, dan sebagai minor aku hanya bisa coba tenang dan sopan aja. Dari sini aku jadi tau dan belajar rasanya jadi minor di lingkungan mayoritas itu seperti apa. Memang kita sebagai minor dituntut untuk bisa hidup berdampingan dengan mayor, saling menghormati tiap adat-istiadat yang ada, dan kalaupun sebenarnya kita merasa sungkan dan segan pun diutarakan kepada mayoritas pun tidak apa-apa. Cuman waktu itu aku masih merasa baru dan pertama kali jadi aku hanya bisa merasakan tanpa bisa mengatakan apa-apa.

Berikutnya di perjalanan juga aku banyak menemukan hal-hal baru, seperti menyebrang sungai pake perahu kecil gitu, trus ikut ritual mengusir roh dan ini beneer-bener epic sih kalo diceritakan, tapi aku masih ragu perlu aku tulis disini atau gak karena ritual ini menyangkut adat disana juga, takutnya aku salah tulis jadinya ribet. Pokoknya semua itu terjadi karena ada beberapa kesalahan teknis dilapangan yang tidak diketahui dan dilaksanakan oleh pengurus lain. 

Terus pengalaman lain yang aku dapatkan tentu saja tempat-tempat wisata dan beberapa spot-spot adat yang masih kental dan dilestarikan sampai sekarang. Sayang untuk spot-spot tempat adat aku gak sempat ambil footage nya karena ga bisa singgah. Untuk tempat wisatanya pun lumayan masih alami dan indah banget. Masih banyak pohon dan hutan disepanjang jalan. Sungai dan air terjun pun masih sangat deras airnya. Dan juga jernih.

Kalau kalian bertanya apa sih pekerjaanku? Intinya pekerjaan organisasi non government yang memfasilitasi dan menaungi para perempuan adat Nusantara. Kegiatan nya pun yaa berkutat diwilayah adat. Dan biasanya kegiatan ini diadakan beberapa bulan sekali gitu. Lumayan seru tapi juga lumayan sulit area pekerjaan yang aku kerjain, karena kan ini juga pertama kalinya aku bekerja di bagian Administrasi jadi yah perlu banyak penyesuaian dan belajar lagi. 
But so far i like it and enjoy the process. Karena ini tuh suatu hal yang aku impikan juga, selain pengen travelling, aku tuh mau kerja dibagian yang ada isu-isu gender nya gitu. Dan akhirnya terkabul juga, alhamdulillah,,



No comments:

Post a Comment