Pages

12/22/19

Merubah Sesuatu yang Sulit untuk Dirubah


Terkadang kita berfikir, merubah seseorang itu mudah. Baik sifat, tingkah laku, aktivitas sehari-hari, pemikiran, untuk sesuatu yang lebih baik kita pasti akan mengusahakan merubahnya. Namun setelah menjalaninya, bertahun hidup dengannya, ternyata diriku pun tidak cukup untuk merubahnya. Sampai di satu titik aku berfikir, apa yang kurang? Apa yang salah? Apa lagi yang mesti aku perbuat untuk merubah itu semua?


Baru-baru ini aku menonton sebuah film yang mengisahkan tentang sepasang suami istri yang dari luar terlihat baik-baik saja, namun ternyata jauh dilubuk hati mereka, mereka tidak bahagia, mereka merasa jauh satu sama lain. Kisahnya sangat sederhana dan klise, namun pembawaan pemain, plot nya, dialognya, semuanya sangat menakjubkan. Disampaikan secara lugas, tidak bertele-tele, jujur apa adanya, menonjolkan bahwa pernikahan itu tidak sebahagia yang dipikirkan, tidak mudah seperti yang dibayangkan. Butuh komunikasi, kepercayaan, komitmen dan tanggung jawab satu sama lain, bukan sebelah pihak saja.

Aku jadi bertanya, dari semua pesan yang disampaikan film itu, apakah dalam pernikahanku pun ada yang terlewatkan sehingga masalah yang dihadapi tidak ada perubahan?
Aku kembali merunut semuanya..

Komunikasi..
Aku tahu diriku lemah dibagian ini. Aku memang tidak banyak bicara jika berhadapan dengan masalah. Aku memilih untuk diam dan menenggelamkan semuanya ke dasar hati dan pikiran berharap masalah yang aku hadapi akan sirna dan menguap begitu saja. Namun setelah mengenal pasanganku, setelah mendapat pencerahan akan membangun relationship itu seperti apa, lewat artikel, film, buku, perlahan aku merubah nya. Perlahan kubuka sedikit pintu hati untuk menjalin komunikasi lebih intens, dan mulai membicarakannya. Perlahan memberanikan diri memulai komunikasi jika ada terjadi masalah. Karena komunikasi itu teramat penting, kita tidak bisa mengharapkan pasangan untuk peka terhadap apa yang kita rasakan. Kita yang harus menarik dan mengajak mereka berbicara, dan ini merupakan komitmen dalam suatu hubungan.

Kepercayaan..
Aku merupakan tipe wanita yang sekali mencintai akan kuberi seluruh kepercayaanku kepada pasanganku. Mungkin karena itulah, jika sekali aku dilukai akan sulit hilang lukanya. Percaya itu tidak akan hilang, namun perlahan jika suatu masalah itu terus berulang dampaknya adalah aku merasakan tidak aman akan diriku, hubunganku dengan pasangan. Muncul pikiran negatif, tidak nyaman berada disampingnya, dari sayang menjadi selalu curiga. Perlahan semua itu menggerogoti kasih sayang dan cinta, menyakiti berulang-ulang dalam hal kepercayaan itu meruntuhkan semua pondasi dan komitmen rumah tangga.

Komitmen..
Dari awal membangun rumah tangga, semua hal yang aku tulis diatas sudah menjadi satu kesatuan sebuah komitmen yang harus kami jaga. Karena komitmen ini adalah pondasi semuanya. Jika salah satu pondasi itu rusak, dampaknya akan tidak baik untuk masa depan. Akan muncul masalah-masalah lainnya, tidak saling jujur, saling menutup diri, saling jaga jarak, tidak saling membahagiakan, harapan hilang dan tanggung jawab pun menghilang begitu saja. Aku selalu menekankan hal ini dan mengulang terus kata-kata ini jika masalah terjadi. Mengingatkan kembali apa yang jadi tujuan kami awalnya, agar rumah tangga ini tidak makin rapuh dan hancur.

Lantas setelah dirunut dan disusun kembali sedaikala apakah sesuatu itu akan mudah dirubah?
Sulit untuk berharap semua akan baik saja, semua akan berubah, semua akan indah. Karena sampai detik ini pun aku tidak diberi harapan yang jelas. Aku masih bingung dan takut. Masih memikirkan apa yang harus aku lakukan jika hal itu kembali terulang. Selagi hubungan ini masih bisa dipertahankan dan dijalani, akan terus mencoba berharap. Sesulit apapun yang nanti akan aku hadapi, walau hasil terburuk sekalipun.

12/19/19

Mengulang My Moon

bertemu kamu di sini, di tempat ini,sangat tidak pernah kuduga.bagiku tempat ini hanya ruang biasa untuk aku beraktifitas sejenak,menyibukkan diri akan hal-hal yg aku coba tinggalkan di bagian hati terdalam,mencoba untuk fokus dalam suatu kesibukan,tidak ingin bergelut dalam perasaan yg bisa membuat hati terluka,tidak lagi.
tapi, di sini, di ruangan ini, tanpa aku sadari aku menemukan kesamaan,ketenangan,kenyamanan,keindahan,perasaan berbeda ketika pertama kalinya aku mengenal kamu.sesuatu yg berbeda,tidak pernah aku alami sebelumnya,pengalaman baru yg aku masuki ketika bersamamu,rasa getir akan takut terluka perlahan memudar seiring kau berada di dekatku,rasa nyaman yg timbul perlahan membuka hati yg pernah terluka ini untuk mencoba merasakan lagi.mencoba rasakan di dalam hati hadirmu yg telah membuat pikiran ku terusik tiap malam,kata-kata yg slalu teringat di otakku,senyuman semangat yg trus kamu berikan aku tiap pagi,kejutan2 manis yg slalu kamu berikan di saat tak terduga,aku coba resapi dalam2 makna akan perlakuan yg kamu tujukan kepadaku.
aku akui,kamu sudah berhasil,,, berhasil memukauku dgn segala yang ada pada dirimu, berhasil mendinginkan hati ku yg sempat beku akan romantika, berhasil meraihku untuk datang kedalam pelukanmu, berhasil meyakinkanku dan membuat aku percaya akan kasih, percaya akan dunia keindahan hati yg dipenuhi dgn cahaya rindu, dan kamu berhasil menjagaku dalam genggaman erat tanganmu.
tidakkah ini indah bila di rasakan? suatu rasa yg tidak pernah diduga hadir datang melingkupi tiap sudut hati,kamu penuhi semua nya dgn warna2 terang seperti pelangi yg timbul setelah hujan. itulah mengapa kita menyukai hujan,karena didalam rinaian air yg turun membasahi bumi, ada suara yg hadir di tiap nafas ku, ada sosok yg seakan bejalan ke arahku, kamu ulurkan tanganmu utk merengkuhku, menggayut mimpi indah yg kita ciptakan di masa depan dan berharap akan seindah pelangi tatkala hujan turun.
sedikit demi sedikit aku mulai mengenalmu, mebuat arti hadirmu di hidupku lbh bermakna, memori yg tercipta ketika aku bersamamu, aku hembuskan cinta dan kasih sayang kepadamu agar aku bisa memahamimu, agar aku bisa meyakinkanmu bahwa akulah orang yg benar2 menerima kamu apa adanya, yg benar2 mencintaimu tulus, dan mencoba belajar untuk menerima keadaan serta kekurangan yg terpampang jelas di depan mata kita, hubungan kasih tulus yg dijembatani oleh keping2 masa laluku, kekurangan diri masing2, dan mencoba kita perbaiki…
ini hanya awal perkenalan ku denganmu….

4/10/19

Bullying.......



Baru-baru ini lagi dan lagi terjadi kasus bullying yang sangat menyita perhatian masyarakat kita, bermula dari cuitan seorang akun yang mengisahkan kejadian secara detail lengkap dengan foto pelaku dan korban. Parahnya, ada seorang pelaku yang dia adalah seorang wanita namun melecehkan sesama gender nya sendiri, dengan cara merusak alat kelamin si korban secara paksa.

Mirisnya, disaat para pelaku diperiksa polisi, malah mereka asyik berselfie ria seakan-akan hal yang mereka lakukan bukan suatu tindakan kejahatan sama sekali, dengan embel-embel berlindung dibalik kekuasaan ortu mereka.

Sebenarnya, tidak hanya kasus Audrey aja, tapi masih banyak kasus-kasus bully lainnya yang tidak terekspos media, karena sebagian mengganggap itu hal wajar, atau kurangnya pengetahuan mereka akan efek bullying, atau atas dasar anak dibawah umur banyak kasus yang diselesaikan secara damai tanpa adanya support bagi korban dan konseling dan mengakibatkan trauma psikis korban tidak akan sembuh.

Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak yang sudah bersekolah, hal ini buat saya takut sekaligus prihatin. Takut karena bisa saja hal itu menimpa anak saya dan prihatin karena lemahnya hukum dan tidak adanya support dari pihak sekolah maupun instansi terkait buat menyelesaikan masalah seperti ini.

Sedikit cerita, anak saya pernah mengeluh dadanya sakit, saat saya tanya kenapa, dia menjawab bahwa dadanya dipukul oleh teman sekolahnya. Saya coba jelaskan kalo ada kejadian seperti itu lagi, segera lapor ke guru dan segera jauhi, karena tidak menutup kemungkinan hal itu terulang lagi. 
Karena saya tau bagaimana sistem nya, hal pemukulan seperti itu akan dianggap wajar oleh sebagian guru dan ortu, kalo saya laporkan saya akan dianggap memanjakan anak dan membela, dan memang belum tentu anak saya tidak bersalah juga. Karena tidak adanya pengawasan, jadi saya juga tidak bisa menuntut ini itu.

Sebenarnya itu semua kembali pada orang tuanya, bagaimana sikap ortu dalam menindak hal kekerasan yang dilakukan disekolah. Kita harus memberi tahu pada anak batasan apa saja yang tidka boleh dia lakukan disekolah dan merugikan teman sekolahnya.
Batasan itu diantara lain, pemukulan fisik maupun verbal, verbal dalam hal ini mengolok-olok teman.
Tanpa kita sadari mengolok itupun termasuk dari bagian bullying. Kita tahu perasaan anak itu lemah dan terlalu peka. Sedikit saja kekerasan verbal yang menyakiti atau membuat hatinya tidak enak, itu juga akan mengganggu psikis nya selama disekolah.
Banyak kasus bully secara verbal yang membuat si anak tidak mau sekolah, tidak mau makan, nilai pelajaran anjlok karena terus memikirkan perkataan teman-temannya, dan masih banyak lagi.
Namun yang buat miris, dari pihak sekolah pun seolah mengganggap hal kaya gini tidak ada atau dianggap wajar. Apakah wajar jika itu dilakukan anak yang sudah berusia katakanlah 15 tahun?
Anak 15 tahun sudah bisa diajak berbicara, sudah bisa diberitahu akan hal baik dan buruk, butuhnya bimbingan untuk meluruskan akal nya supaya tidak salah.
Untuk itulah, selain konseling dirumah yaitu peran ortu dalam membimbing anak, dari pihak sekolah ataupun instansi terkait harus aware dan woke akan hal kaya gini. Harus disediakannya wadah atau forum untuk penerimaan murid-murid bullying dan adanya hukuman atau sangsi dari pihak sekolah untuk anak yang melakukan tindakan bullying. Agar hal ini ada efek jera dan ketakutan untuk tidak melakukan nya lagi. Dan korban bully pun merasa save karena merasa ada yang melindungi psikis mereka dan adanya konsel healing dari akibat yang disebabkan bully itu sendiri.

Pihak sekolah harus bekerjasama bersama pemerintah dan orang tua untuk segera bisa membentuk forum khusus dan mengkaji langkah-langkah apa saja yang tepat untuk membuat bullying tidak terjadi lagi didalam area sekolah maupun diluar sekolah.
Adanya sosialisasi akan kasus bullying mulai dari penyebab bully itu sering terjadi apa, efeknya yang tercipta apa dan bagaimana menyelesaikan kasus bully jika itu sudah melampaui batas. Perlunya perlindungan hukum untuk korban dan pengajian pasal tentang kekerasan anak dibawah umur yang sebenarnya belum berfungsi secara maksimal dan masih dianggap pasal karet.

Kalo dari saya, berharap bullying menjadi perhatian utama juga bagi pemerintah untuk bisa lebih speak up dan aware dan sama-sama mencari penyelesaian nya. Karena seperti yang kita tau, era globalisasi tidak hanya memberikan dampak positif namun untuk anak-anak era globalisasi bisa memberikan dampak negatif jika mereka dibiarkan menikmati tanpa diberi arahan.
Mulai dari mana? Mulailah dari rumah, karena bagaimanapun peran ortu sangat penting menjamin membentuk akal anak lebih baik dan pribadi yang bijak. Lalu pemerintah memberikan sosialisasi akan bullying ke sekolah-sekolah, bisa dengan cara menambah kan pelajaran khusus bullying dalam mata pelajaran sekolah dan harus dimulai dari sejak dini, ini sama halnya dengan edukasi seks, edukasi tentang psikologi trauma bully juga perlu dipelajari anak-anak, agar mereka tahu apa sih itu bully dan efeknya. Dan berharap ditiap sekolah menyiapakan wadah kelas/forum khusus menerima info-info tentang kasus bully yang terjadi, memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi korban bully, dan adanya tindakan tegas dari pihak sekolah ataupun pemerintah dalam menyikapi pelaku bully tanpa memandang status kekuasaan ortu pelaku dan usia pelaku.
Dan perlu adanya pengajian ulang lagi soal hukuman bagi pelaku bully, entah itu sangsi sel atau rehabilitasi atau sangsi sosial.

Karena jujur berkaca dari kasus Audrey, siapa yang rugi? Pasti ujung-ujungnya korban. Karena tidak adanya support dari pihak terkait, lemahnya hukum bagi pelaku bully terkait usia dibawah umur, hal yang masih dianggap wajar dan sepele. Sedangkan kekerasan fisik yang dilakukan pelaku bukanlah hal sepele lagi bahkan sampai merusak kemaluan sesama gendernya, itu sudah diluar batas kewajaran perilaku seorang anak.

Semoga kedepannya kasus bully lebih bisa dipandang dan untuk korban-korban bully harus berani speak up, jangan menyerah karena yakin banyak banget yang mendukung kamu.

Dan berharap anak-anak kita dijauhkan dari kasus bully sesama teman, dan anak kita pun dijauhkan dari perilaku seperti itu. Aamiin yaa robbal alamin,,


PS : saat ini banyak dukungan yang mengalir untuk Audrey, Alhamdulillah. Semoga kasus bully bukan hanya Audrey saja yang diungkap dana diselesaikan. Untuk kasus-kasus bully yang masih dibawah permukaan, semoga cepat terungkap, berani speak up, jangan diam jika melihat kasus bully, agar aduan dan keprihatinan kita bisa didengar pemerintah dan akan ada perubahan yang lebih baik.
Sebagai bentuk dukungan kalian, please tanda tangan petisi dibawah ini dan semoga makin banyak Audrey lainnya yang berani speak up akan kasus bully di Indonesia..





3/31/19

Mencoba untuk tidak memakai Obat-obatan kimiawi lagi


Berawal dari melihat IG Story nya idolaku yaitu mba Agatha Suci yang lagi post foto dua anaknya yang lagi sakit disertai caption yang intinya kalo anaknya itu gak pernah lagi konsumsi obat-obat kimia gitu kalo lagi sakit. Penasaran juga kan sama captionnya, kok bisa yaa, padahal kedua anaknya ASD, dna masa iya sih kalo lagi sakit bisa sembuh tanpa konsumsi obat kimiawi?
Oke, diabaikan. Gak lama kemudian, mba Agatha posting foto anaknya lagi nih, plus dengan caption panjang. Yang menjelaskan tentang treatment apa aja sih yang dia lakukan selama anaknya sakit ini. Karena aku yakin deh pasti banyak banget yang penasaran sama cara atau trik apa sih yang dia pake ke anaknya itu.


Baca-baca isi captionnya, nemu lah beberapa rumusnya, ceile rumus, hehe. Intinya karena anaknya ASD jadi treatment ini dia dapat pun dari praktisi kesehatan gitu, jadi dia ga sembarang asal kasi suplemen atau treatment aneh-aneh ke anak-anaknya. Awalnya pun dulu dia ga tau soal treatment ini, setiap anak nya sakit selalu dikasi obat-obat an kimiawi, misal kalo lagi demam langsung minumin PCT atau obat penurun demam lainnya, atau kalo lagi kena virus gitu langsung ke dokter dan dikasi resep AB.

Memang bener sih kalo kita sakit perginya ke dokter dan minta obat supaya cepet sembuh. Tapi pernah tepikir gak untuk sembuh secara alami dan natural tanpa ada efek samping obat kimiawi dalam tubuh kita?
Dan setelah aku baca caption mba Agatha, kepala ku manggut-manggut tanda mulai paham akan arti efek samping obat kimiawi dan soal treatment nya.
Jadi setelah dia ketemu praktisi ini tuh, dia mulai tuh dikasi tau soal treatment homecare atau homeopathy gitu, yang mana cara healingnya itu melalu asupan makanan dan vitamin yang bener-bener dibutuhkan tubuh jika virus/baktei menyerang. Selain sayuran, buah-buahan, dan air putih yang cukup, ternyata asupannya yang lain juga penting loh, kaya misal omega 3 dalam fish oil dan probiotik untuk menekan bakteria jahat yang berkembang dalam tubuh selama sakit melanda.
Makanya setiap anaknya sakit, dia selalu kasi treatment ini, dengan konsumsi fish oil dan probiotik, boosternya dengan minum air putih yang cukup dan konsumsi vit C.
Kalo kata praktisi kesehatan nya itu adalah metode Naturopathy, kebetulan waktu mba Agatha sharing cerita ini, diselipkan tuh IG si praktisinya yaitu mba Debby.


Wahh, karena udah penasaran banget kan sama metode ini, akhirnya aku langsung meluncur ke IG nya mba Debby. Dari situ mulai kepo-kepo soal metodenya, trus muali searching fish oil itu apa, probiotik itu apa.

Nah selama searching ini, perlahan aku mulai terapkan nih metode nya ke anak-anakku. Karena jujur aja, dua anakku ini sama-sama sering sakit, trus sakitnya itu selalu barengan. Jadi yang namanya konsumsi PCT, Sanmol, AB, obat flu batuk, udah sering banget. Jadi pas nemu sharingan mba Agatha itu bener-bener nohok banget di aku, dan berusaha mau ngerubah pola hidup yang aku terapkan ke anak-anak. Siapa tau kan dengan metode ini , aku udah bisa mgnehindarkan anak-anak ku dari paparan obat kimiawi.
Anyway, pas kebetulan anak lagi sakit demam + pilek, aku mencoba untuk gak panik. Pertama pasti aku lakukan adalah treatment mengurut anak dengan bawang merah dicampur minyak telon/kayuputih. Untuk khasiatnya jangan ditanya lah yaa, ini udah turun temurun banget metodenya dan terbukti memang bawang merah ampuh untuk meredakan demam dan pilek pada anak.
Terus besoknya aku coba beli fish oil dengan merk Scotts emulsion rasa original dan probiotik merk Interlac. Mengikuti metodenya mba Agatha, yang kalo lagi sakit pemberian nya itu di double, jadi aku belilah beberapa bungkus probiotiknya.
Kenapa beli sachet, karena ternyata Intelac lumayan mahal yaa dijual dalam botolan bisa sampe 300rb. Busyeettttt dah..
Jadi saya putuskan hanya membeli sachet nya ajah.
Oke mulailah itu treatment saya jalankan. Probiotik aman karena bentuknya bubuk jadi bisa dicampur ke makanan atau minuman. Nah pas giliran fish oil Scotts ini nih yang drama.
Jadi Scotts ini kan ada 2 rasa yaa, yang ori dan rasa jeruk. Karena aku mau nyari yang ga pake perasa ya, jadi aku pilihlah itu rasa original. Pas dibuka waduh baunya kok ga enak gitu. Coba sugesti ke anak-anak bahwa dengan ini sakit mereka akan sembuh. Ade mau aja minum dengan wajah terpaksa, pas giliran kakaknya, apa yang terjadi?? Muntah sodara-sodara...


Oke percobaan pertama failed!



Hari kedua mereka masih demam, malah mulai tinggi banget. Dan kakek neneknya udah mulai panik dong, dan segera menyuruh bawa ke Klinik. Tapi aku mencoba untuk tutup telinga dan yakin bahwa aku bisa menjalankan metode ini.

Berlanjut, pagi abis sarapan, aku kasi probiotik dan fish oil. Giliran fish oil, ade udah ga mau lg, mau minum tapi sedikit banget, dia bilang ga enak. Pas kakak minum, sekali lagi muntah.


Siangnya aku putuskan buat cari alternatif pengganti fish oil ini, karena kayaknya kalo diteruskan anak-anak pasti gak akan mau minum lagi. Jadi aku coba cari fish oil merk lain. Dan ternyata rata-rata harganya diatas normal untuk standar ukuran isi dompet saya sodara-sodara. Harganya kisaran 150-250rb an, yaahh lumayan sih, apalagi demi kesehatan kan. Cuman seperti biasa pikiran emak-emak yang selalu overthingking, hehe dont judge me ya ibu-ibu.

Oke akhirnya pemberian fish oil ini sementara saya singkirkan dulu deh. Saya ingat-ingat lagi tentang dulu waktu anak saya lagi sakit demam, mereka ada minum sesuatu yang dalam sehari demamnya langsung turun dan kembali aktif. Yaitu Sari Kurma.
Setelah menimbang-nimbang, oke diputuskan buat ganti fish oil menjadi sari kurma aja. Walau sempat berpikir ini manis, tapi diliat dari khasiatnya ke anak kemaren, yaa aku coba dulu deh metode dengan pake nutrisi dari sari kurma.


Sore sama malamnya aku double kan minumkan ke anak. Probiotik dan sari kurma. Besoknya alhamdulillah, demam mulai turun, dan ga naik-naik lagi. Walau perlahan turun tapi bersyukur bahwa metode ini lumayan berhasil efeknya ke anak-anak. Nah dari situlah anak-anak gak pernah lagi konsumsi PCT, atau pergi ke klinik lagi. Kurang kebih udah ada 4 bulan aku ngikutin treatment nya. Anak-anak udah mulai jarang sakit, sari kurma selalu aku minumkan tapi ga tiap hari, aku kasi jeda minum 2 atau 3 hari sekali. Khusus probiotik, aku hanya minumkan pas kalo anak-anak lagi sakit aja, karena yaitu harganya lumayan cyiinn..



Namun, setelah bergabung dengan grup Root of Life nya mba Debby dan seringnya liat ig story nya, ada beberapa info yang ternyata cukup penting banget buat aku share.

Yaitu probiotik itu sangat penting bagi tubuh. Walau tubuh ga lagi sakit pun, bakteria baik itu sangat diperlukan juga buat menangkis bakteria jahat yang mau masuk ke dalam tubuh kita. Yah kalaupun tetap sakit, tapi seenggaknya kita udah ada pertahanannya, sehingga badan ga gampang lemes dan demam tinggi.
Jadi harusnya sebagai detoxsifikasi awal, konsumsi lah probiotik itu minimal selama 6 bulan tanpa henti, harus tiap hari. Nah nanti kalo udah bagus sistem pencernaan dalam tubuh, baru mulai dikurangi dosisnya dan diimbangi dengan fish oil itu sendiri, karena dua suplemen itulah yang tepenting bagi tubuh kita.


Dan itu info yang sangat penting sih buat aku, apalagi buat anak-anak yang masih kecil gini, mencoba untuk menghindari konsumsi obat kimiawi karena efeknya pun gak bagus juga buat tubuh kita. Jadi apa salahnya mencoba treatment ini untuk buah hati kita, demi masa depan mereka nantinya.



Ohya, sekedar nambahin, bahwa sementara konsumsi probiotik anak-anakku juga belum sepenuhnya maksimal, masih tahap penyesuaian juga, tapi seenggaknya selama 4 bulan terakhir ini alhamdulillah mereka udah gak lagi minum obat-obat kimiawi dan pergi ke klinik. It's such an amazing to me.



Thanks to my role style mba @agatha_suci dan metode Naturopathy nya mba @debbyjean_marie dan ilmu-ilmu nya tentang suplemen kesehatan.



Kalo kalian mau tau lebih detail bisa kunjungin aja IG mba debby nya, aku yakin info-info nya pasti penting dan berguna banget buat ibu-ibu coba dirumah. Apa salahnya kita mencoba sesuatu yang alami untuk tubuh kita, apalagi sekarang kita tau efek samping drugs itu seperti apa. Bukan maksud mengkritisi kineja dokter atau apapun itu, sebagai konsumen, sebagai manusia yang punya pikiran, sebagai ibu dari anak-anak, yang ingin mencoba hidup sehat , gak  ada salahnya kok kalian mencoba treatment ini.

Karena aku udah melakukannya, dan perlu digarisbawahi bahwa kedua anakku normal, dan efek dari metode ini bisa saja berbeda dengan anak-anak lainnya. Untuk itu aku cantumin tuh IG mba nya biar bisa tanya lebih detail lagi tentang treatment ini.


Semoga dari tulisan ini ada manfaatnya bagi yang udah mau baca dan mampur di blog saya..



Terima kasih and see you on another theme,,

1/22/19

Empati Pada Pasangan


Beberapa waktu yang lalu, aku baru aja nyelesaikan satu drama korea yang berjudul Familiar Wife. 

Kesan pertama yang aku dapat waktu pertama kali nonton episode 1 adalah "nih drakor sama kaya Goback Couple". Yang mana sama-sama mengisahkan tentang perjalanan waktu kembali ke masa lampau oleh sepasang suami istri. Cuman yang membedakan adalah jumlah episodenya aja. Kalo Goback itu hanya 12 episode, nah untuk Familiar Wife ini sebanyak 16 episode.

Episode-episode awal lumayan sama aja ceritanya, sepasang suami istri yang udah berhubungan cukup lama sampe akhirnya memutuskan menikah, lalu pas udah punya anak, mulai muncul konflik-konflik rumah tangga, malah parahnya karena konflik itu jadi mengubah istri menjadi lebih ganas sikapnya kepada suami, hingga membuat suami ingin pergi dari sana dan mencoba kembali ke masa lampau agar dia bisa merubah jalan hidupnya.

Well, anywaty, di sini aku ga mau cerita spoiler tentang dramanya, disini aku hanya mau share review dan pandanganku soal rumah tangga dalam drama ini.

Kalian pasti berpikir cerita drakor itu sama aja semua, ga ada point penting yang bisa diambil. Karena ceritanya hanya berfokus pada pemeran utamanya yang ganteng dan cantik. Tapi dari sekian drama yang aku tonton, serial ini bener-bener bikin aku kaget. Yang buat aku berpikir "wah ini bener-bener terjadi di kehidupan nyata". Seperti yang aku tulis tadi, episode awal-awal drama ini biasa aja, ga ada yang bikin greget atau gimana, aku pikir masih standar aja ceritanya dengan drama lain, lucu, ringan dan mudah dipahami alurnya.
Tapi pas masuk di episode yang mana si suami mulai sadar akan akar masalah rumah tangganya dimana, disitu aku ke- triggered banget. Otakku seakan-akan mulai mencerna inti dan tujuan dari cerita ini. Dan semakin diikuti alurnya, jadi makin banyak scene-scene dan dialog-dialog yang biasanya emang terjadi di kehidupan rumah tangga kita.

Aku ngerasa drama ini udah kaya psikolog gitu atau lebih tepatnya konsultan pernikahan, setiap adegannya terselip makna yang tersirat bahwa ini loh yang terjadi di kehidupan nyata. Rumah tangga itu memang ga gampang, apalagi menyatukan pemikiran pria dan wanita dalam satu tempat itu emang mustahil. Dan lewat kisah ini mereka menyampaikan advice atau tujuan berumah tangga itu apa. 

Disini aku akan jabarkan  11 poin penting yang bisa aku cerna dari drama ini dan trust me, semua poin ini emang selalu jadi akar masalah dalam rumah tangga..

  1. Saling berempati pada pasangan
  1. Berpikir bahwa kebahagiaan rumah tangga itu relatif
  1. Pernikahan usia 7 tahun itu adalah usia-usia rawan konflik dalam pernikahan
  1. Bahwa cemburu itu selalu ada
  1. Masa lalu mesti diingat, namun masa depan lebih penting
  1. Selalu jujur jika bertemu mantan 😊
  1. Memuji pasangan
  1. Belajar menerima hobby/passion pasangan
  1. Ada kalanya kita akan mengalami kejadian dan emosi yang tidak kita sadari terjadi begitu saja
  1. Cobaan besar dan kecil dalam kehidupan itu akan pasti ada
  1. Ini yang paling penting, sebelum pasanganmu (khususnya istri) berubah galak atau bahkan berkelakuan seperti monster, sejenak berpikir untuk sedikit saja meringankan bebannya, tidak perlu pake uang atau tenaga, tapi cukup luangkan waktu mu untuk berbicara pada pasangan.


Oke, gimana abis baca poin-poin diatas? nge-trigger kamu ga? sesuai kan sama kehidupan rumah tangga?
Poin diatas itu adalah hasil renungan yang didapat suami ketika dia kembali ke masa lampau. Bahwa namanya takdir itu ga bisa diubah, tapi perilaku lah yang berubah. Jadi baik atau buruk, berhasil atau gagal dalam rumah tangga, itu smua kita yang jalanin dan mengubahnya.
Dan aku pernah baca salah satu post seorang psikolog tentang "pentingnya untuk saling menyesuaikan antar pasangan". Jadi titik beratnya bukan pada saling memahami atau mengerti, tapi cobalah untuk saling menyesuaikan. Dalam hal apa? Banyak kok. Misal dari hobby, banyak dari istri marah atau kesal jika suami lebih asyik dengan hobbynya ketimbang memperhatikan istri. Lalu dari situ perlahan mulai mengubah istri jadi orang yang pemarah dan puncaknya meledak dengan merusak hobby suami. Itu juga ada di salah satu scene drama ini kok. Dan ketika ia sadar bahwa selama ini ia tidak mencoba untuk membicarakan hal ini, dia tidak mengajak istri nya menyesuaikan kehidupannya yang lain, padahal jika dia bisa bicarakan baik-baik, tentu istri tidak akan menjadi seorang monster.

Aku bukan pakar pernikahan, tapi dari drama ini sedikit merubah pandangan ku soal maslah rumah tangga. Bahwa kita ga bisa melawan takdir, tapi kita yang harusnya menyesuaikan, mengimbangi dan merubahnya ke arah yang lebih baik.
Ini drama high recommended banget deh, khususnya untuk para pasangan yang udah berumah tangga. Buat yang belum, ini juga bisa masuk listmu, seenggaknya abis nonton ini sedikit ngerubah perspektifmu dalam pernikahan. Dijamin ceritanya mudah dipahami banget, ringan juga alurnya, dan ada scene-scene konyol yang lumayan bikin terhibur dan komedinya ga garing.

Dari semua drakor yang bergenre family yang pernah aku tonton, drama ini yang paling nge-trigger aku, karena emang temanya ga jauh beda sama kehidupan nyata, dan ini jaraaanngg banget ada di cerita drama-drama lain,,
Pemainnya juga ga terlalu cakep dan cantik jadi kalian jangan high expectation dulu, mungkin aku pikir sutradaranya emang mau bikin ini drama se real mungkin jadi dipilih yang emang nyesuaikan cerita nya..

Well, segitu dulu tulisannya, soal rate dari aku, ehm, jujur ga mau kasi rate. Aku penyuka drakor, sebagian ada yang bagus, sebagian ada yang jelek akting atau pemainnya, sebagian lagi full bagus smua, jadi aku ga mau kasi penilaian. Sesuatu yang baik atau jelek ga mesti dinilai pake angka kan, cukup dinikmati, ambil positifnya dan bijak dalam menonton.

Kembali lagi, it's just an entertainment..