Pages

12/28/21

Solo Stan dan Bias

Canva

Sekarang ini kita tau, dalam dunia per-fandoman, sering banget terjadi perpecahan antar fandom, baik dengan fandom lain maupun dalam fandom nya sendiri. Dan ini akhirnya aku alamin setelah hampir 4 tahun jadi fandom Army.

Pertama aku mau cerita awalnya aku menjadi Army, semua berawal ditahun 2017, saat tidak sengaja aku menonton MV lagu Spring Day by BTS di salah satu program acara musik di tv swasta. Disitu aku jatuh cinta justru sama musik mereka. Penasaran dengan grup tersebut, lalu hari-hariku diisi dengan menonton performance live mereka, cari tahu soal nama-nama membernya, perjalanan mereka mulai dari awal debut sampe akhirnya mereka dikenal ditahun tersebut. Disitu aku makin jatuh cinta sama lagu dan musikalitas yang mereka hadirkan ditiap album, dan sedikit mengubah cara pandangku dalam memaknai kehidupan dan mengenal, menerima dan jujur akan diriku sendiri. Sampai disatu titik pikiranku tertuju dengan salah satu member yang sangat aku sukai kepribadiannya yaitu Kim Seokjin.

Kim Seokjin adalah member yang mempunyai skill vokal sangat bagus, yang awalnya dia tidak bisa menyanyi namun dengan tekad dan kerja kerasnya dia akhirnya bisa membuktikan bahwa suaranya mempunyai power sangat tinggi, range vokalnya yang sangat jauh dan dinamis, sampai detik ini pencapaian nya sangat luar biasa dan sudah diakui dibeberapa kritikus musik sebagai "Silver Voice". 
Aku menyukai nya hanya karena wajah dan kepribadiannya yang sangat ramah, menyenangkan dan humoris, namun lebih dalam dan jauh lagi mengenal sosoknya, aku makin tahu bahwa dia bukan saja sosok seperti itu, namun ada beberapa kepribadiannya yang harusnya ia tonjolkan namun itu tidak selalu dia tampilkan. Dan memang sebijak itu karakter aslinya dia. Makanya sejak saat itulah aku makin memuji dirinya dan mendukung semua yang terbaik untuk dia.

Mungkin dari situlah bisa dibilang aku mulai menjadi solo stan, berawal dari suka lagu BTS, memuji musik mereka, lalu perlahan mengenal satu-satu membernya, dan tertarik akan persona Jin, lalu seiring waktu, hidupku selain menonton program BTS, namun aku juga memperhatikan Jin dan mencoba memahami dirinya di grup seperti apa.

Nah, masalahnya sekarang adalah, makin besar fandom, makin banyak pula perbedaan dalam memaknai status per-fandoman. Ada yang bilang the real Army, bias, fake ot7 dan yang terakhir solo stan.

Ngomongin solo stan itu tuh sekarang sangat sensitif. Karena, like what I've said before, fandom Army itu tuh sekarang penuh dengan perbedaan pemikiran dan punya path-nya masing-masing. Mulai dari yang pro akan punya biased dan jadi solo stan sampe yang kontra akan dua hal itu. Sedangkan kalo diliat data, malah yang kontra akan dua hal tadi justru punya bias dan preferred member sendiri. 
Dari segala perbedaan pemikiran inilah malah memunculkan war justru didalam fandom itu sendiri. Padahal kita bisa saja memfokuskan pemikiran jadi satu arti yaitu, " Tidak masalah kamu punya bias dan jadi solo dalam fandom, selagi tidak menjelekkan member lain, dua hal itu tidak salah"
Namun justru pemikiran mudah seperti ini sulit diterima bagi beberapa Army yang merasa BTS hanya ada Army, selain nama itu tidak ada nama lain, tidak ada stan-stan member lain, karena itu hanya akan memecah fandom. Tapi Army tidak sadar justru dengan tidak support dan tidak memahami konteks sebenarnya akan solo stan, kritikan dan judging mereka malah memecah dan memperburuk fandom.

Aku pernah punya satu pengalaman waktu awal-awal jadi solo stan. Gak perlu aku sebutkan detail tentang apanya, intinya aku support Jin deh waktu itu, eh malah diserang habis-habisan, dibully, dicaci maki, bawa-bawa anak segala, dan itu parah banget sih. Rata-rata pun yang nge-hate isi fandom sendiri, intinya pun mereka kontra akan issues yang terjadi dan gak mau tau akan issues ini, yang mereka mau aku takedown postnya, aku minta maaf dan anggap issues ini ga ada. Hell, yaa gak mungkin lah. Kalo aku berpikir seperti itu, itu sama aja aku ga dukung Jin, dan aku mewajarkan segala tindakan yang merugikan dirinya kedepannya. Maybe I'm a hard stan for my bias but if it's true so it's true. No matter what they said, sampai sekarang aku masi setia membela akan achievement Jin dan dari situpun aku mulai berpikir bahwa isi fandom ini rata-rata munafik dan fake.

Bayangin karena kamu mengangkat issues yang terjadi dalam agency, tapi gak didukung oleh fandom, padahal issues itu nyata terjadi dan ada data validnya tapi malah kamu disalahin dan dijudge tidak mendukung BTS lah, bukan the real Army lah, dan mengatakan hal negatif tentang solo stan yang mana solo stan itu banyak kalangannya di dalam fandom. I mean, jika kamu menolak dan menganggapa issues itu gak ada padahal jelas-jelas ada yaa berarti kalian munafik dan fake. The real Army, the real fandom akan mati-matian nge-bela dan nge-dukung jika ada mistreatment atau ketidakadilan yang terjadi di tiap member. Tapi nyatanya, jika issues itu terkait Jin, kamu akan dijatuhkan dan mati-matian akan dijudge seluruh isi fandom yang kontra akan stan Seokjin.

So, am I an Army? Yes, of course. Am I a solo stan? Yes, I am too. Is it bad to be Army and solo? Jawabanku tidak ada yang salah sama sekali, selagi kamu membela isu yang terjadi dan ga bawa "member lain". Kenapa aku tekankan "member lain", karena ini sering ada miss dan salah konteks dalam memahami dan mengartikan tiap post kami. Jika kita speak up tentang Jin atau mistreatment nya, sering banget mereka mengatakan "jangan bawa-bawa member lain" padahal faktanya kita gak pernah drag member lain, justru yang terjadi dilapangan adalah mereka yang kontra itulah yang selalu membandingkan Jin dengan member lain.
Dan tidak berhenti disitu saja, terkadang yang malah memperburuk keadaan ini adalah pemberitaan media dan agency nya itu sendiri. Disaat kita mau mengangkat issues ini kepermukaan, selalu saja media-media menggoreng issue nya dan malah membuat perdebatan dalam fandom dan akhirnya nama member lain terseret juga, padahal ditiap postingan kita ga pernah bawa nama member lain. Dilain pihak pun, agency not help us at all. Justru agency menambah issues ini tambah berkembang dan makin memantik kecemasan dan kemarahan para solo stan itu sendiri. Seharusnya sebagai agency, jika ada permasalahan dan issues harusnya segera bertindak dan meredakan konflik didalam fandom, bukan malah menambah konflik dan menambahkan issues lagi.

Lalu ada lagi yang memicu solo stan itu negatif adalah adanya fanbase yang harusnya menyajikan berita yang adil tiap member namun karena haus akan engagement tinggi dan followers tinggi, para fanbase ini hanya menyajikan berita-berita member yang punya fans nya sendiri yang lebih banyak and I don't know why the hell they're doing that. Dari situ saja bisa disimpulkan akan menambah kubu-kubu saling hujat antar stan dan ini tuh sudah sangat toxic banget buat didukung, karena mereka punya followers tinggi harunya mereka sadar dan bisa meredakan konflik, atau bisa saja mereka menghentikan konflik antar stan ini dengan selalu adil dalam penyajian berita member dan jika ada konflik terjadi mereka bisa masuk dan hadir dan edukasi akan solo stan itu apa. Buat apa punya akun besar jika tidak dipergunakan dengan bijak?

Maksud aku nulis ini pun sekarang, agar yang baca dan tau akan masalah ini bisa lebih aware dan terbuka lagi akan pengertian solo stan itu apa. Jangan hanya karena melihat satu sisi buruk yang terjadi lalu sisi yang lainnya diabaikan. Kita tahu solo stan itu berawal dari kecintaan kita kepada salah satu member tanpa mengurangi atau menjelekkan member lain, karena BTS satu dan isinya ada 7 orang. Harus kita fokuskan seperti itu. Namun seiring waktu, konotasi solo stan itu jadi lebih buruk dan selalu dipandang negatif hanya karena selalu digoreng dan di blaming sama fans yang kontra, yang bahkan mereka tidak tahu definisi solo stan itu apa.
Jangan memandang solo stan sebagai aib juga, karena sekarang juga banyak aku lihat para solos ini takut dan malu mengungkapkan jati diri mereka bahwa mereka solos ya karena mereka menganggap solos itu aib dan negatif.
Padahal jadi solos itu bukan aib, tidak ada hal negatif didalamnya, justru penuh dengan dukungan dan hal positif yang terjadi dalam jiwa solos. Aku tekankan lagi bahwa tidak ada yang salah menjadi solo stan, atau jadi hard solo juga pun tidak ada masalah, selagi kamu melakukan hal positif didalamnya dan tidak membawa atau menjelekkan nama member lain. Itu jalan nya dan jika ini dijalankan, aku yakin fandom ini tidak akan pecah hanya karena perbedaan dalam nge-fangirling.

Aku harap suatu saat, perpecahan ini akan membaik, kalopun sulit untuk dirubah setidaknya aku punya tulisan ini untuk bisa dibagikan agar yang kontra bisa lebih wise dan paham akan keresahan kita sebagai solo stan.

9/10/21

Apa sih Alter Ego?

 

Images by Google

Tidak sengaja aku menemukan video di Youtube yang membahas tentang "Apa itu Alter Ego?", dan secara tidak langsung menggelitik otakku untuk mencoba membahas ini di platform blog aku.

Pertama-tama disini aku coba jelaskan secara ringkas aja dulu pengertiannya Alter Ego itu apa. Alter Ego adalah sebuah karakter atau sisi lain atau sisi kedua dari diri kita yang secara sadar ada didalam diri kita. Secara garis besarnya bisa disebut dengan persona.Namun kalau persona lebih kepada semua karakter yang kita milii bisa kita realisasikan dimana dan kapan saja, kalo Alter Ego ini hanya beberapa sisi yang bisa direalisasikan. Dan tidak jarang orang-orang Alter Ego itu sendiri sering dirujuk dengan istilah mempunyai kepribadian lain/kepribadian ganda, berwajah topeng, atau peniru. Karena secara kasat mata yaa emang ini kepribadian bisa berbeda padahal ada didalam tubuh yang sama.


Jadi sebelum aku menemukan video itu, aku tuh pada dasarnya punya sisi unik. Kenapa aku bilang unik, karena sewaktu dirumah aku adalah sosok pendiam, dan hampir seluruh keluargaku tahu akan kepribadian ku itu. Namun waktu memasuki dunia kerja dan pertemanan diluar rumah, kepribadianku mulai berubah dan berbeda jika dibandingkan dengan aku yang ada dirumah. Ditempat kerja aku adalah sosok yang humoris, suka bercanda, suka ngobrol. Makanya satu waktu aku cerita sama temen-temen circleku kalo aku adalah sosok pendiam, mereka auto kaget. Karena dalam pertemanan atau ruang lingkup kerja aku bukanlah sosok pendiam. Semua itu berbanding terbalik dengan karakter yang aku tampilkan dirumah dan diluar rumah. Dulu mikinya, apa mungkin aku punya kepribadian ganda? Kenapa aku sosok yang berbeda jika berbeda tempat dan situasi? Apa aku sosok yang fake/palsu? Tapi in the end, aku merasa enjoy melakukan karakter-karakter berbeda itu. Kalo itu palsu tapi aku sangat menikmati dan menyukai peran itu. Berlanjutlah dengan pikiran-pikiran lain misal apa aku orang berwajah dua dalam artian menipu orang lain. Dan pikiran-pikiran negatif lainnya.


Sampai akhirnya aku menemukan video ini dan akhirnya nemu istilah yang sebenarnya ada dengan kepribadian ini yaitu Alter Ego. Divideo ini dijelaskan secara runut apa itu alter ego, bagaimana membangun kekuatan alter ego dikehidupan kita dan cara kerja alter ego itu sendiri. 
Dari situ juga aku mendapat pencerahan bahwa aku bukanlah orang dengan kerpibadian ganda, tapi aku adalah sosok yang mempunyai karakter alter ego yang tidak setiap saat aku tonjolkan. Kenapa bisa muncul karakter ini? ini tuh lebih ke budaya sih kalo aku bisa bilang. Kita itu dari kecil udah dibiasakan untuk selalu menerima apa yang sudah menjadi karakter kita sendiri. Tanpa ada ruang atau gerak untuk lebih mengeksplor lagi karakter-karakter apa lagi sih yang bisa digali waktu kita masih kecil. Contoh, karakter kita sebenarnya anak pemberani atau petualang namun karena ortu melarang anaknya main kotor atau takut hitam, anak dipaksa untuk dikurung didalam rumah, jadi yang berkembang malah karakter pesimis, takut memulai sesuatu, pemalu. Tapi karakter bold dan fearless nya masih ada dalam diri anak itu, karena tidak terciptanya ruang ideal untuk karakter itu berkembang, lalu mulailah penciptaan karakter itu sendiri dengan lebih ideal bagi anak itu sampai anak itu besar. Dan seiring waktu anak itu besar, perbedaan karakter itu kentara jika dirumah ia pemalu atau tidak banyak aktif sedangkan diluar rumah, dia sosok yang tangguh dan berani.

Kalau dalam kasus aku tadi udah aku singgung yaa contoh di aku adalah aku sosok pendiam, diluar rumah aku adalah sosok yang humoris. Setelah lihat penjelasan tadi, aku sedikit flashback bahwa memang bener karakter yang aku bangun dari dulu adalah sosok yang bisa bicara dengan lantang dan bebas didepan smua orang. Aku mungkin membangun karakter itu karena dirumah aku gak mendapat cukup ruang untuk mengekspresikan karakter lain dari diriku yang aku anggap ideal untukku. Dan setelah berjalannya waktu, mulai mengenal akan istilah love yourself and know yourself, aku jadi mulai membuka karakter itu bukan hanya diluar namun di dalam rumah dan untuk orang-orang disekelilingku.


Trus sekarang jadi pertanyaan, Alter Ego itu sebenarnya baik ga sih buat kehidupan kita atau malah dicapnya buruk karena mungkin ada kata ego nya. Kalo dari video yang aku tonton itu lebih kearah positif sih. Kita jadi tau nih menempatkan diri kita secara ideal gimana dalam beberapa kondisi/situasi. Apalagi kalo alter ego itu membawa dampak positif bagi karir/hidup kamu kedepannya. Pakar psikologi pun menyampaikan pendapat yang sama, bahwa alter ego itu selain berbeda dengan jenis kepribadian ganda, alter ego juga bisa menjadi penunjang saran kehidupan kamu yang lebih ideal dan bermakna. Asal jangan jadikan alter ego ini mendominasi/mengontrol hidup kamu. Misal, karakter alter ego muncul tapi setelah itu kamu menyangkal sudah melakukan itu atau menyangkal tidak pernah melakukannya, nah kalo udah kaya gitu udah patut diwaspadai ada yang gak beres sama diri kamu. Saling balance aja. 


Pokoknya jika kamu mempunyai alter ego dalam diri kamu, jangan langsung judge kamu punya mental issue atau punya kepribadian ganda. Coba di rasa-rasa dulu, apakah karakter ini muncul saat kamu merasa bahwa ini adalah kamu, bahwa karakter ini membuat diriku baik dalam melakukan segala hal. Kalo kamu merasa seperti itu,mungkin itu artinya kamu punya kepribadian ideal yang lain dari diri kamu. Dan jika kita bisa eksplor karakter ini dengan baik, kedepannya apapun tujuan yang kita inginkan bisa dapat diwujudkan. Asal poinnya itu tadi, balance dan positif mind.


Oke kayaknya segitu aja dulu bahasannya. Kalo abis baca ini kalian merasa ada yang perlu ditambahin atau didiskusikan, feel free to write in the comment section yaa.

8/25/21

Hasil INFJ adalah orang seperti...




Jadi kemaren iseng coba test MBTI lewat internet, karena penasaran aja sola test kepribadian ini tuh hasilnya apa di aku sendiri.
Sebelum aku rangkumkan hasilnya disini, sebelumnya aku mau jelasin dulu deh secara singkat sal MBTI ini.
Jadi MBTI itu adalah test kepribadian yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers di tahun 1940, test ini dirancang untuk menentukan intuisi, pengindra, perasa dan cara berpikir manusia.
Dari beberapa pokok tadi dicabangkan lagi menjadi 16 tipe kepribadian dan dikelompokkan menjadi 4 bagian dibawah ini;
  1. Introvert Ekstrovert yaitu cara manusia dalam memusatkan perhatiannya
  2. Sensing Intuition yaitu cara manusia memahami informasi
  3. Thinking Feeling yaitu cara manusia mengambil keputusan
  4. Judging Perceiving yaitu cara manusia merespon dunia sekitar
Nah untuk penjambarannya dari 4 bagian diatas, itu tebagi lagi mulai dari INFJ, INFP, INTJ, ENTP,ENTJ dan lain-lain.
Hasil dari 16 tipe itulah yang dinamakan Test MBTI atau test indikator Myers Briggs.

Oke, sekarang masuk deh ke hasil test yang sudah aku lakukan kemaren, dan tipeku sendiri masuk di kategori INFJ/INFJ-T yaitu Introverted, Intuitive, Feeling dan Judging.
Karakter INFJ sendiri adalah seorang introvert alami, menikmati membantu orang lain tapi disatu sisi juga butuh menyendiri untuk mengisi ulang tenaga nya. Jujur untuk karakter ini tuh "aku" banget. Aku tidak menutup atau membatasi akses sosialisasiku pada sekitar atau dunia luar, aku suka mengenal hal atau lingkungan baru. Namun ada masanya aku lebih suka sendiri dan menikmati waktu dan menciptakan spaceku sendiri. Tidak jarang orang sekitar melihat sikapku ini seperti ansos, padahal dilain waktu aku menikmati berada di lingkungan ramai dan bising, namun mereka tidak mengerti akan kondisi sifatku yang seperti ini.
Lanjut dengan rasa intuisi dan pemahaman emosional yang kuat, INFJ dapat bicara dengan lembut dan empati. Namun bukan berarti dia adalah sosok penurut. INFJ adalah sosok yang punya prinsip yang kuat dan bertindak tegas disaat mencapai apa yang dia mau, hingga tidak jarang sosok INFJ dikaitkan dengan kekeras-kepalanya dan kukuh akan keputusannya sendiri.
Disatu sisi, INFJ mencoba memahami dunia pada sisi baik dan buruk untuk menciptakan kondisi yang lebih baik. Bahkan ketika membuat keputusan pun, lebih menekankan pada masalah pribadi itu sendiri daripada fakta objektif yang ada. Karena yakin akan perasaan akan masalahnya sendiri.
Namun ada hal yang menarik disini, dijelaskan bahwa INFJ bisa mengontrol perencanaan, pengorganisasian yang mana ini tidak berlaku didiriku. Aku termasuk sosok yang lemah dalam organized sesuatu, bahkan tidak jarang dalam memutuskan sesuatu misal liburan pun tidak ada rencana sama sekali.

Sekarang kita bicarakan soal kelebihan dan kekurangan INFJ. 
Untuk kelebihannya, aku termasuk sosok idealis, mempunyai pandangan dan pemikiran sendiri akan makna hidup yang aku jalani, terlepas dari budaya atau sosial lingkungan sekitar. Fokus pada masa depan, jarang memikirkan masa lalu apalagi menyesalinya. Sosok INFJ juga peka terhadap perasaan orang lain, dimana hal ini bisa merupakan dua sisi yang aku suka, aku suka mendengarkan deep talk antar manusia namun satu sisi tidak suka terlalu banyak bicara. Namun sangat menyukai hubungan yang mendalam, tidak terlalu suka dengan hubungan atau obrolan basa-basi. Salah satu hal yang bisa menghabiskan energi ku dengan cepat jika aku bertemu atau mengobrol dengan orang yang suka basa-basi atau membahas hal yang tidak terlalu penting.
Kelemahan INFJ, diantaranya sering terlalu berekspektasi tinggi. Ini sering terjadi padaku, dimana dalam hubungan jika aku menemukan hal yang aku sukai, aku terlalu cepat terlena dan terbuai dalam hubungan "manis' itu, padahal biasanya hal yang manis itu jadi hal yang buruk dan impact-nya kediriku adalah mudah kecewa. Inilah yang membuat aku menjadi orang yang mudah sensitif bukan mudah marah yaa.
Lalu kelemahan yang lain adalah sulit untuk dikenal atau terlalu menutup diri. Ini adalah aku banget. Tidak jarang orang-orang akan mengira dan men-judgeku orang yang sombong. Sulit untuk menjelaskan pada sekitar soal kepribadian ini, jadi terkadang hal ini aku cuma diamkan saja, hanya orang-orang tertentu yang bisa aku ajak diskusi soal ini. Aku tidak suka bertengkar pada dasarnya tapi karena ada basic keras kepala jadi ini suatu kelemahan yang sangat kuat didiriku. Untuk me-managenya, biasa aku membaca buku atau jurnal soal self improvement atau mental health yang mana jika kepribadianku dititik terendah.

Dalam hubungan pribadi pada pasangan atau orang lain, INFJ biasanya cukup baik dalam mengekspresikan diri. Namun honestly ini baru di umur sekarang aku bisa tau dan tanamkan sifat ini didiriku. Selama ini aku terlalu menutup diri dan sering ragu untuk membagikan perasaanku ke orang terdekat. Aku baru tau pentingnya komunikasi (kalian bisa baca disini) dalam hubungan sosial dengan orang terdekat itu seperti apa, namun karena terlalu jujur dalam mengekspresikan perasaan pada orang lain, seringnya orang merasa sakit hati atau tidak suka akan keterbukaanku. Jadi banyak yang mengira aku ini adalah orang yang kompleks dan sangat sensitif. Walau tidak memiliki lingkaran besar dalam pertemanan/persahabatan, tapi persahabatan cenderung terjalin sangat dekat dan tahan lama. Sangat tertarik membantu orang lain dan menjadi pendengar yang baik dan bisa dengan lugas dan nyaman berinteraksi dengan orang terdekat dan terhubung secara emosional. Karena aku suka dan nyaman dengan hubungan yang dalam  dan deep talk jadi aku suka jika diajak ngobrol soal topik/hal berat, mau itu soal dunia atau emosional.

Jadi kesimpulannya adalah, aku merupakan sosok lemah lembut tapi memiliki pendapat yang sangat kuat dan akan berjuang mempertahankan ide/keputusan yang aku yakini. Merasa mudah membangun hubungan dengan orang lain dan memiliki bakat menggunakan bahasa yang hangat dan sensitif alih-alih menggunakan fakta murni atau logika. Gairah energi emosi sangat mampu membawaku melewati titik yang sangat sulit dan jika tidak terkontrol akan mudah merasa lelah dan tertekan. Terlihat jika aku menghadapi konflik/kritik, secara reflek memaksa perasaan dan pikiranku untuk melakukan apa saja untuk menghindari itu bisa dengan cara Silent Treatment atau menutup diri dari orang lain. Sifat inilah yang biasanya jadi titik lemahku, dan aku mencoba untuk merubah itu semua.
Pelan-pelan aku menyadari bahwa ketertutupan diri itu merupakan toxic ke diri sendiri. Jika dirasa lelah dan tertekan secara emosi, kita harus mengekspresikan perasaan itu, bukan ditutupi atau diabaikan. 

So, sepertinya itu saja yang mau coba aku bagikan soal hasil test MBTI ku. Jika kalian mau tau soal kepribadian MBTI ini, kalian bisa cek link : Test MBTI

Semoga tulisan ini bermanfaat yaa,,